BANDUNG BARAT, swijabar.com — Semangat membangun kebersamaan dan memperkuat tali silaturahmi di kalangan insan pers mewarnai kegiatan Silaturahmi, Santunan Anak Yatim sekaligus Deklarasi Forum Wartawan Media Online (FWMO) Kabupaten Bandung Barat, yang berlangsung di Gedung Pemda Kabupaten Bandung Barat, Gedung B Ballroom Lantai 4, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi terbentuknya Forum Wartawan Media Online (FWMO) Kabupaten Bandung Barat, sebuah wadah yang diharapkan dapat mempererat hubungan antarsesama wartawan sekaligus mendorong peningkatan profesionalitas insan pers, khususnya para jurnalis yang beraktivitas di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
FWMO Kabupaten Bandung Barat didirikan oleh Asep Saepudin, dengan Anne Nurgusari dipercaya sebagai Ketua FWMO Kabupaten Bandung Barat. Kehadiran forum ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi wartawan media online untuk membangun komunikasi, bertukar informasi, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Deklarasi FWMO bukan sekadar pembentukan sebuah wadah organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem media online yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, media online memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kecepatan penyebaran informasi menjadi salah satu keunggulan media digital, namun di sisi lain menuntut wartawan untuk tetap mengedepankan ketelitian, verifikasi, keberimbangan, serta kode etik jurnalistik.
Ketua FWMO Kabupaten Bandung Barat, Anne Nurgusari, mengatakan bahwa keberadaan FWMO diharapkan dapat menjadi wadah kebersamaan sekaligus sarana untuk memperkuat profesionalitas wartawan media online.
Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga harus memastikan setiap informasi yang dipublikasikan memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“FWMO ini kami harapkan menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan para wartawan media online di Kabupaten Bandung Barat. Ke depan, kami ingin bersama-sama meningkatkan profesionalitas dan memberikan kontribusi positif melalui karya jurnalistik yang berkualitas,” ujar Anne.

Selain deklarasi organisasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan kepada anak yatim. Kegiatan sosial ini menjadi bagian penting dalam rangkaian acara sebagai bentuk kepedulian dan perhatian insan pers terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Santunan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa peran wartawan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pemberitaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat.
Semangat berbagi dan kepedulian sosial diharapkan dapat terus menjadi bagian dari kegiatan FWMO Kabupaten Bandung Barat ke depannya.
Kegiatan deklarasi tersebut turut dihadiri Sekertaris Kesbangpol Kabupaten Bandung Barat Agnes virganty perwakilan Kapolres Cimahi, perwakilan DPRD Kabupaten Bandung Barat, serta sejumlah unsur pemerintahan dan instansi lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut turut memberikan warna dalam kegiatan yang mengedepankan silaturahmi dan komunikasi antara insan pers dengan berbagai elemen pemerintahan maupun masyarakat.
Sinergitas antara media, pemerintah, aparat, legislatif dan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam membangun komunikasi publik yang baik. Media memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sementara pemerintah dan lembaga terkait memiliki ruang untuk memberikan informasi serta klarifikasi mengenai berbagai kebijakan dan program yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Melalui komunikasi yang terbuka, diharapkan tercipta hubungan yang saling menghargai antara insan pers dengan berbagai pihak tanpa menghilangkan fungsi dan peran masing-masing.
Terbentuknya FWMO Kabupaten Bandung Barat juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas wartawan di tengah tantangan industri media digital yang terus berkembang.
Persaingan media online yang semakin dinamis membuat wartawan dituntut tidak hanya menguasai teknik penulisan berita, tetapi juga memahami prinsip-prinsip jurnalistik, melakukan verifikasi informasi, menjaga independensi, serta mampu membedakan fakta dengan opini.
Keberadaan wadah wartawan juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman di lapangan, dan mendorong peningkatan kapasitas melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan jurnalistik.
Dengan demikian, kehadiran FWMO di Kabupaten Bandung Barat diharapkan tidak hanya menjadi organisasi secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi para anggotanya dan masyarakat luas.
Deklarasi FWMO Kabupaten Bandung Barat menjadi langkah awal untuk membangun kebersamaan insan pers di tengah perkembangan media online yang semakin pesat.
Ke depan, FWMO diharapkan mampu menjalankan berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi wartawan, penguatan jejaring komunikasi, kegiatan sosial, serta membangun hubungan yang baik dengan berbagai elemen masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan untuk menghadirkan karya jurnalistik yang informatif, edukatif, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.
Rangkaian silaturahmi, santunan anak yatim dan deklarasi FWMO Kabupaten Bandung Barat pun berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Momentum tersebut menjadi awal bagi para wartawan media online untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
Dengan terbentuknya FWMO Kabupaten Bandung Barat, diharapkan semakin banyak ruang kolaborasi yang dapat dibangun untuk mendukung perkembangan media online serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
* Red/Denz”
















