Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Jawa Barat melepas mahasiswa penerima beasiswa kerjasama Pergunu dengan Universutas KH Abdul Chalim (UAC) Mojokerto di Gedung PWNU Jawa Barat, Rabu (7/10/2026).
Mahasiswa penerima beasiswa tersebut dilepas secara langsung oleh Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sumber daya manusia (SDM) kader Nahdlatul Ulama melalui akses pendidikan tinggi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan diri tidak hanya sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai kader yang memiliki komitmen terhadap pengabdian kepada masyarakat dan organisasi
Pergunu Fasilitasi Ratusan Beasiswa
Ketua PW PERGUNU Jawa Barat Dr. H. Saepuloh, M.Pd., menyampaikan bahwa Pergunu Jawa Barat terus berupaya membuka akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa dan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi.
“Pergunu Jawa Barat pada tahun ini, alhamdulillah, sudah bisa memfasilitasi beasiswa di Universitas Kiai Haji Abdul Chalim sebanyak 37 mahasiswa, di Universitas Insan Cendekia Mandiri sebanyak 138 mahasiswa, dan di STKIP Al Amin sebanyak 128 mahasiswa,” ujar Saepuloh.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar memberikan bantuan pendidikan, tetapi merupakan bagian dari investasi kaderisasi untuk menyiapkan generasi yang memiliki kapasitas akademik, karakter, dan semangat pengabdian.
“Mudah-mudahan program beasiswa ini bisa mewujudkan kader-kader Pergunu, kader-kader NU yang betul-betul militan dan siap untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur,” katanya.
Saepuloh berharap para penerima beasiswa mampu memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya dan setelah menyelesaikan pendidikan dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat
Ketua PWNU: Berangkat dari NU, Pulang Berkhidmah di NU
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Pergunu Jawa Barat beserta jajaran yang telah berupaya membuka peluang pendidikan melalui program beasiswa.
KH Juhadi menilai akses pendidikan tinggi merupakan bagian penting dalam membangun kualitas kader NU sekaligus memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pergunu Jawa Barat atas usaha-usahanya membuka peluang beasiswa bagi kader-kader NU untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar KH Juhadi.
Ia berpesan kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar menjadikan kesempatan tersebut sebagai amanah. Pendidikan yang diperoleh, menurutnya, harus dikembalikan dalam bentuk pengabdian kepada NU dan masyarakat.
“Berangkat dari NU dan pulang berkhidmah di NU, sesuai dengan tingkatannya,” pesan KH Juhadi kepada para mahasiswa.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan akademik tidak boleh menjauhkan kader dari akar pengabdiannya. Sebaliknya, semakin tinggi pendidikan yang diperoleh, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa.
Fokus Penguatan SDM
Lebih lanjut, KH Juhadi Muhammad menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM NU di berbagai sektor strategis, khususnya ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
Menurutnya, penguatan SDM di ketiga bidang tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian dan kemajuan masyarakat.
“Kita harus terus meningkatkan sumber daya manusia, terutama dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan,” tegasnya.
Ia berharap para mahasiswa penerima beasiswa kelak tidak hanya menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sumber daya manusia yang mampu mengambil peran dalam pembangunan masyarakat sesuai dengan kompetensi dan bidang keilmuannya.
Beasiswa sebagai Investasi Kaderisasi
Program beasiswa Pergunu Jawa Barat bersama perguruan tinggi mitra menjadi bagian dari ikhtiar memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kaderisasi.
Pada tahun 2026, Pergunu Jawa Barat memfasilitasi:
– 37 mahasiswa melalui Universitas KH Abdul Chalim;
– 138 mahasiswa melalui Universitas Insan Cendekia Mandiri;
– 128 mahasiswa melalui STKIP Al Amin.
Dengan demikian, terdapat 293 mahasiswa yang difasilitasi melalui program beasiswa pada tiga perguruan tinggi tersebut.
Para mahasiswa diharapkan menjadi generasi yang memiliki kompetensi akademik, karakter, kemampuan kepemimpinan, serta komitmen pengabdian
Pelepasan oleh Ketua PWNU Jawa Barat menjadi simbol bahwa perjalanan para mahasiswa dalam menempuh pendidikan bukan hanya perjalanan akademik, melainkan juga bagian dari perjalanan kaderisasi dan pengabdian.

Berangkat dari NU untuk menuntut ilmu, dan kembali kepada NU untuk berkhidmah—menjadi kader yang berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

















